Do the best for everythings

You will learn how to get the best result from the effort that you have tried.. Actually not as soon, but sure you believe it.. !

Write whatever have you do, and do whatever have you write..

You will have some target, even great target foryour life.. and mark it after you have raised one.. !!

Starting from our self..

Of course, don't wait until the others do that, but you can be the first,, be the example..

Make many dreams and try to realize them.. (a_save)

Dreams will come true .. if you always try to realize it.. so don't give up friends,, it's just talk about time..

Give what our have get from anything..

We can feel so quiet and happiness after we can give what should give tomany people,, it's talk about our benefit..

Thursday, February 11, 2016

Everlasting Studying Trip ~ Day 2

Langsung aja yaa Sob..

Gimana kabarnya hari ini? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan berbahagia yaa Sob.. karena bahagia itu diciptakan oleh kita sendiri .. bener gaa? (krik krik…) :-D

Oh iya pada postingan kali ini, saya coba share di hari kedua kami di Yogya.. Lanjutan dari postingan  Everlasting Studying Trip ini Sob..

Pagi hari kami mulai bergegas, setelah breakfast ala hotel yang lumayan completed, kami siap berangkat menuju P4TK di kawasan Sleman Kab. DIY pada pukul 07.30 sesuai jadwal…

Bus melaju melewati kawasan Kota Yogyakarta dan bertolak ke arah Sleman, sejurus kemudian kami tiba di parkiran P4TK yang telah menyambut kami dengan nuansa Pendidikannya.. Setelah tiba, kami disambut oleh pihak pengelola  dan menerima kedatangan kami dengan baik.. Sambutan demi sambutan pun disampaikan baik dari pihak Ketua Prodi kami maupun dari pihak P4TK di ruangan utama..

Setelah itu, mulailah pada pembelajaran inti.. pada sesi 1 kami memasuki Loboratorium IT untuk mendapatkan materi mengenai penggunaan teknologi informasi terhadap pembelajaran Matematika. Pada sesi-sesi seperti ini, kita harus berjuang masuk kedalam materi agar tetap semangattt… :-D

Pak Tamim menjelaskan materi Mobile Application

Ruang Lab.. (Ori ter-shot) 

Pak Joko Purnomo menjelaskan materi Ms.Word
Materi mengenai aplikasi-aplikasi desktop maupun mobile yang bisa digunakan untuk pembelajaran menjadi materi inti.. Dan saat seperti inilah kesempatan belajar saya.. Banyak yang belum kami ketahui seperti penggunaan aplikasi pengetikan untuk menulis rumus, menggambar bidang tertentu, menyelesaikan kesulitan dalam membuat presentasi.. dan banyak lagi ..

Sesi 1 berakhir pada pukul 12.00… Setelah ShoIMa, kami terjadwal untuk Sesi 2 masuk kembali ke Laboratorium yang didalamnya terdapat berbagai alat-alat peraga kreatif yang difungsikan untuk memudahkan dalam Pembelajaran Matematika...Yaa.. Sobat belum tau kan? Hehe banyak sekali penerapan Matematika dalam membuat alat ini, karena tujuannya untuk mempermudah pemahaman dalam suatu materi yang disampaikan..

Ruangan LabMat yang masih kosong..

Pak Agus sedang memberi penjelasan

Ada beberapa alat yang akan coba saya share yaa, ada Panel Logika yang berfungsi untuk menyampaikan materi tentang konsep Logika.. ada yang tau ga Sob konsep logika.. contohnya Disjungsi, Konjungsi, Negasi, Implikasi, BiImplikasi.. Dalam penjelasannya dibuat suatu rangkaian listrik dalam sebuah papan kemudian diisi dengan komponen komponen IC dan dihubungkan sesuai fungsi.. missal untuk Disjungsi , lampu akan menyala jika salah satu komponen lampu pada 2 lampu pembentuknya menyala.. dan seterusnya

Panel Logika

Pak Agus menjelaskan Alat Peraga Panel Logika

Kemudian ada lagi yang namanya Sesatan Hexagon, yaitu alat yang menunjukan materi tentang suatu peluang

Sesatan Hexagon

Ada lagi alat yang diberi nama Loncat Katak... hehe .. Kegunaanya untuk menemukan pola bilangan barisan bilangan dan menentukan suku ke-n barisan pola bilangan dengan cara bereksplorasi..

Loncat Katak

Dan masih banyak lagi alat peraga yang terdapat di Laboratorium tersebut..

Pembelajaran di Lab ini menjadi pembelajaran terakhir kami di P4TK, meskipun sangat singkat tapi kami sedikit banyak menjadi tahu dan dapat mengambil pembelajaran darisini.. Terutama dapat menjadi trigger dan motivasi bahwa konsep matematika itu friendly, dan selalu dikaitkan dalam kehidupan Sobat.. bener ga? Kita tidak dapat terlepas dari konsep ini, misalnya Konsep Jam (red: waktu) dipelajari dalam matematika sehingga Sobat tidak bisa lepas dari konsep ini bukan dalam kehidupan? Hehe..
So, tetaplah menjadi pribadi yang menyenangkan, apapun yang ada didepan kita inshaAllah jadi menyenangkan..

Setelah kami menghabiskan waktu hingga sore di P4TK, kami melanjutkan perjalanan ke Pusat oleh-oleh Makanan Khas Yogya sesuai jadwal,, sejurus kemudian kami sudah membawa buah tangan kami masing-masing dan bobot bus bertambah..hehe

Setelah dari pusat oleh-oleh, bus melaju kembali dan parker di depan Taman Pintar Jogjakarta, yaa kami kembali akan menikmati malam di kawasan Malioboro..lumayan agak lama berbeda dengan hari sebelumnya,.. kami tiba pukul 18.30 dan diberi waktu hingga pukul 21.00 untuk menghabiskan malam disana.. Alhamdulillaah..

Tak perlu lama-lama kami berdiam di bus.. akhirnya saya dan beberapa teman2 yang masih kuat mencoba untuk berjalan menembus ramainya trotoar Malioboro menuju Tugu Yogyakarta .. Sekira 2km kami lalui dengan nafas yang menggebu ingin merasakan atmosfer Yogya dari Tugu yang terkenal tersebut.. dengan tetap lirik-lirik pertokoan sepanjang jalan dan menambah durasi berjalan kami.. Meskipun sedikit lelah, kami mencoba saling menyemangati untuk dapat sampai di tujuan..

Alhamdulillaah,.. sekira 60 menit berjalan akhirnya kami sampai juga.. 

Tugu Jogja

Tugu Yogyakarta adalah sebuah tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Tugu yang terletak di perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dangunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.
Tugu ini sekarang merupakan salah satu objek pariwisata Yogya, dan sering dikenal dengan istilah “tugu pal putih” (pal juga berarti tugu), karena warna cat yang digunakan sejak dulu adalah warna putih. Tugu pal ini berbentuk bulat panjang dengan bola kecil dan ujung yang runcing di bagian atasnya. Dari kraton Yogyakarta kalau kita melihat ke arah utara, maka kita akan menemukan bahwa Jalan Malioboro, Jalan Margo Utomo, tugu ini, dan Jalan A.M. Sangadji akan membentuk satu garis lurus persis dengan arah ke puncak gunung Merapi. (Sumber http://id.wikipedia.org)

Saya, Ari, Maya, Bu Lina, Sadar, Vulga (yang gak ikut maaf yaah :-D)
Saya dan teman2 menikmati perjalanan ini, darisini kita belajar untuk saling membantu dan menyemangati.. Pun pada masa-masa kuliah ini.. kami harus selesai dan bareng-bareng.. InshaAllah

Sedikit kekonyolan kami, karena waktu yang sudah mepet menjelang injury time jadwal disini..kami bergegas berlari dan terus melihat waktu agar tidak terlambat sampai di bus.. sekitar 5 menit sebelum pukul 21.00 kami merasakan jarak masih sangat jauh bila dilalui dengan berjalan.. akhirnya kami memutuskan menggunakan jasa Andong agar lebih cepat sampai.. Tak apa biaya kami tanggung bareng hehee.. Ongkos dari Stasiun Tugu ke Parkiran bus di depan taman pintar sekitar Rp. 50.000,- Alhamdulillah setelah menikmati malioboro dari sudut yang berbeda (red : naik kuda) kami sampai tepat pukul 21.00 di bus dan setelah dilakukan pengecekan semua sudah kembali dan bus melaju kembali ke hotel untuk beristirahat..
Hari kedua telah selesai kami jalani Sob.. Bersambung lagi untuk hari ketiga nya yaa Sob..

Sekian dulu dari saya.. mudah-mudahan ada manfaatnyayaa.. kurang lebihnya mohon maaf.. yang baiknya mohon di share yaa

Asep
Being a Good person is more important




Wednesday, February 3, 2016

Everlasting Studying Trip

Assalamu’alaikum Sobat Saepulnet
Ba’da tahmid miwah sholawat

Gimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah semoga Allah memberikan limpahan berkah kesehatan pada sobat sekalian, pun bagi yang saat ini sakit semoga segera Allah angkat penyakitnya dan menjadi renungan bagi kita yang sehat agar selalu bersyukur atas nikmat yang satu ini..

Alhamdulillah malam ini, saya bisa lagi nge-blog, mengawali postingan kita kali ini di tahun yang baru, dan masih dalam suasana resolusi-resolusian (eh resolusi beneran) .. ya meskipun harusnya kita evaluasi mumpung masih di awal bulan kedua bagaimana target kita di awal bulan kemarin.. apakah sudah sesuai? Atau ada yang masih tertunda?.. semoga setiap apa yang dicitakan sobat, Allah berikan sesuai harapan,, karena kita tahu seberapa baik pun rencana kita, Allah lah sebaik-baik perencana.. So apapun yang terjadi, itulah yang terbaik untuk kita #kangasep (Catet… hehe)

Kali ini, saya akan berbagi cerita perjalanan saya dan teman-teman di kampus tentang perjalanan studi kami ke suatu tempat yang sudah tidak asing lagi di telinga sobat saepulnet.. Di awal saya beri filosofi dulu ya kenapa judul postingan kali ini Everlasting study trip ..? Ada yang tahuuuu..

Yaps, sebenarnya itu bisa sobat deskripsikan dan artikan sendiri dengan pemaknaan sobat, adapun saya mengartikannya yaitu perjalanan pembelajaran yang tiada akhir.. sama ga sob? Gini ni, pada hakikatnya belajar itu tidak ada henti-hentinya, terutama bagi seorang Muslim/ah… inget gak hadist nabi “Belajarlah dari mulai lahir sampai ke liang lahat” .. jadi apapun moment yang kita dapati dalam hidup, jadikanlah suatu pembelajaran bagi sobat.. InshaAllah selalu ada hikmah dari perjalanan itu.. Pun bagi saya sob, perjalanan studi kali ini saya maknai sebagai pembelajaran yang berarti sekali.. iya.. sekali..! karena takkan terulang lagi bila kita sudah melewatinya.. Jadi sedikit demi sedikit saya coba sharing perjalanan kemarin yaa tepatnya 3 hari di akhir bulan lalu yaitu 24-27 Januari …  semoga bisa jadi motivasi dan rekomendasi sobat.

Kami sudah siap di bus yang mengangkut sekitar 53 orang mahasiswa + dosen pada pukul 23.00, terjadwal bis akan berangkat dari assembly point kami di kampus hijau.. namun ada sedikit kendala teknis, akhirnya bus mulai melaju pada pukul 01.00 dini hari… Saya dan teman2 kelas sore ber-9 orang duduk dikursi bagian belakang bus, sedangkan yang lainnya didepan kami..

Perjalanan malam kami nikmati dengan ditemani rasa kantuk yang luar biasa, setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya kami tiba di rest area saat adzan Shubuh berkumandang dan semua terbangun untuk melaksanakan sholat Subuh.. Matahari belum menampakkan dirinya saat kami mulai memasuki bus dan bus melaju kembali ke arah Selatan Jawa.. Kami melewati jalur Selatan dari Bandung melewati Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan seterusnya untuk mencapai ke tujuan kami yaitu Jogjakarta.. Oh iya sedikit informasi, tujuan kami studi ini yaitu ke P4TK sesuai jurusan kami yang berada di Jogjakarta.. (In pict lebih jelas nanti yaa)..

Tanggal 24 itu adalah hari Minggu.. Sedangkan tujuan utama kami ke P4TK terjadwal pada hari Senin.. ternyata kami sampai di Jogja pada hari Minggu itu adalah untuk berkunjung ke salah satu keajaiban yang ada di Dunia.. adanya di Indonesia lohh tepatnya lagi ada di Magelang.. pasti sudah sering mendengar bahkan sudah pernah kesana.. yaa Candi Borobudur.. Siang hari setelah makan siang dan Sholat Dzuhur di tempat makan sesuai rundown acara, bus melaju melewati Jogjakarta tujuan kami ke arah Magelang… Siang itu terasa panas hebat,, maklum cuaca nya berbeda sekali dengan di Bandung..

Sejurus kemudian kami tiba di pelataran parkiran Candi.. Bus sudah berjajar rapi,, ada yang baru berdatangan pula layaknya kami.. banyak sekali.. Riuh pedagang asongan yang menjajakan pernak pernik khas tempat istimewa tersebut menyambut kedatangan bus kami dan beberapa ada yang masuk saat bus berhenti..

Perbedaan logat dan bahasa mulai terasa, namun kesatuannya tetap harus terjaga yaaa inilah Indonesia.. Terkadang sobat tidak akan pernah tahu indahnya Indonesia sebelum menjelajahi daerah lain yang bukan tempat kelahirannya.. sehingga disinilah salah satunya saya dapat belajar… Belajar keanekaragaman..

Heupp.. sudah terbayang kan Sob betapa ramainya seperempat perjalanan kami ini? Hehe
Lanjut..

Akhirnya kami (saya) mulai mendokumentasikan..

Tiket masuk

All crew without me..

Tiket sudah kami dapatkan dari Panitia.. seluruh peserta mulai masuk dan mencari-cari spot untuk berfoto.. tapi tunggu dulu Sob.. ada hal yang perlu kita perhatikan saat masuk ke suatu area yang luas .. Yaa liat peta tempat tersebut.. ya meskipun sobat pernah ke tempat yang sama misal, alangkah lebih baik mengecek kembali barangkali sudah ada posisi fasilitas baru atau apapun itu..

Ini dia peta area Candi Borobudur

Borobudur temple Map
Setelah kami melirik-lirik sana sini, Dosen kami bilang.. lebih baik kita fokus ke Candinya saja dulu karena cuaca seperti tak menentu.. Dan ternyata benar.. awan hitam mulai menyelimuti dan berada tepat di atas kami.. namun belum terlalu menggumpal dan hujan sepertinya belum akan Nampak turun.. namun kesempatan yang langka berjalan dengan teman-teman inilah yang memotivasi kami semua untuk fokus ke candi.. Jika dikaitkan dalam kehidupan.. tentu kita haruslah fokus pada tujuan kita meskipun di kanan kiri kita ada percabangan dan hal-hal yang memperlambat ke tujuan kita.. Kita harus tetap kembali ke jalan yang menjadi arah ke tujuan kita..

Borobudur Nampak jelas sedari kami berjalan dari pintu masuk.. Dan ditemani alunan masuk Jawa yang khas dari beberapa pengalun di sepanjang perjalanan yang menampilkan keahliannya di depan pengunjung.

Sign sudah dekat

Kami tetap fokus ke Candi.. dan akhirnya kami sampai di tangga pertama.. Subhanallah.. Meskipun saya belum begitu faham sejarah asli adanya Candi yang luar biasa besar ini.. saya tetap kagum dan bertasbih.. betapa maha besarnya sang pencipta menciptakan beberapa makhluk yang berakal dan berhasil membangun candi sehingga terkenal ke seantero Dunia (weiss..) betapa tidak, banyak sekali turis dan beberapa guide yang ada disamping mereka.. dan kami sempat berfoto sedikit dengan mereka.

Berfoto dengan turis luar meskipun cuaca gerimis

Beberapa kali kami ambil gambar tak ada bosannya.. Gunung Merapi yang menjulang terlihat jelas dari kawasan ini meskipun agak sedikit berkabut.. Rasa kebersamaan pun sedikit demi sedikit muncul tatkala melihat kawan yang hendak menaiki anak tangga namun pelan karena sedikit curam.. Pelajaran sosial ini kami dapatkan dengan perjalanan seperti ini.. maklum kami ber-9 jarang bersama kecuali saat perkuliahan itu juga malam hari dan saat selesai kami semua langsung pulang ke rumah masing-masing … hehe

Sekira 1jam setengah kami menikmati indahnya ukiran relief tangan dan desain Candi yang simetris satu dengan lainnya yang berhubungan juga dengan jurusan kami.. juga beberapa dosen yang terus kami ikuti pergerakannya agar lebih seru.. akhirnya karena ditemani rintik hujan yang cukup deras dan waktu yang membataasi,, kami bergegas turun dari puncak Candi dengan rapi dan mengantre dengan pengunjung lain ke arah gazebo dan Mushola..

Selesai sholat Ashar.. kami bergegas kembali ke bus melewati deretan kios penjual oleh-oleh khas Candi dan tak lupa berbelanja beberapa nya.. 

Pintu Exit yang sudah dirancang melalui kios-kios penjual cinderamata

hhee setelah sekitar 1 km deretan kios kami lewati karena itu merupakan jalur utama keluar.. akhirnya kami tiba di parkiran dan setelah berkumpul bus melaju bergegas menuju Jogjakarta..

Exit sudah mendekati parkir masih ramai kios-kios

Sejurus kemudian kami tiba di Hotel tempat menginap sesuai jadwal.. setelah pembagian kamar dan makan malam.. dilanjutkan  ke Pusat Liburan di Jogjakarta yang terkenal.. ada yang tahu ? pasti yaa Sob.. Malioboro

Lumayan ada waktu sekitar 2 jam untuk kami berjalan-jalan di minggu malam menikmati suasana Jogja .. Subhanallah.. saya melihat ekonomi disini terus hidup sampai malam.. bapak-bapak yang asyik mengayuh becaknya, ada juga sang pak kusir yang tak berhenti memacu kudanya.. juga penjual kaos, pernak pernik, makanan dan lain sebagainya yang tak akan sulit didapati sobat jika sudah berada disini..

Dan yang membuat saya kagum lagi dengan kota ini adalah.. budayanya yang terlihat sangat kental.. buktinya sepanjang perjalanan di trotoar yang kami pijak.. musik khas keratonan terdengar merdu dan harmonis, keluar dari tiang-tiang yang simetris berjajar dan berderet rapi sesuai dengan jaraknya..

Alhamdulillaah.. setelah menikmati malam pertama di Jogja ini, kami memutuskan untuk kembali ke bus dengan sedikit membawa beberapa pesanan keluarga masing-masing, rencananya besok malam akan kembali ke tempat ini dengan waktu yang relatif agak lama.. Akhirnya bus kembali melluncur ke hotel dan kami bergegas ke kamar masing-masing sesuai kelommpok untuk beristirahat ..
Alhamdulillah itulah hari pertama saya dan teman-teman berada di Jogja.. gimana sob? Apa pelajaran yang bisa dipetik hari ini?

InshaAllah hari kedua dst menyusul yaah..

Sekian dulu dari saya.. mudah-mudahan ada manfaatnya yaa Sob.. kurang lebihnya mohon maaf.. yang baiknya mohon di share yaa

Asep
Being a Good person is more important 



Tuesday, December 29, 2015

Tour de Jayanti ..

Assalamu’alaikum Sobat Saepulnet

Ba’da tahmid miwah sholawat

Alhamdulillah setelah sekian lama kucari dirimu ohh .. *eh kok jadi ke lagu..hehe.. malam ini ditengah tugas tugas yang menumpuk karena sebentar lagi harus UASpada suatu hari.. saya bisa menyempatkan untuk kembali nge-blog.. yaa sebetulnya tak harus menunggu kesempatan, tapi kitalah yang membuat “sempat” itu..
Ada beberapa event yang seharusnya saya bisa posting disini, cuman karena futur suka ada aja alasannya.. akhirnya dengan sedikit semangat yang tersisa dan mulai membangun kembali,, mudah-mudahan catatan perjalanan kali ini akan membuat semangat “mulai” lagi..

Oh yaa,, sebelumnya gimana kabar sobat saepulnet hari ini.. (Alhamdulillah luar biasa Allahuakbar..) mudah-mudahan selalu dalam keadaan baik dalam segala kondisi dan apapun yang terjadi tetaplah selalu meyakini bahwa itulah yang terbaik bagi kita.. *heup

Langsung saja, pada catatan kali ini saya akan membagikan sebuah catatan perjalanan yang telah kami lalui pada liburan kali ini.. tepatnya 24 Desember kemarin saya dan teman-teman dikantor dengan sedikit suasana dan lingkungan teman-teman yang berbeda pergi ke suatu tempat dengan mengendarai si kuda besi alias touring.. jreng jreng..

Kami merencanakan perjalanan ini pada Senin pagi setelah ada info resmi bahwa tanggal 24 adalah hari libur sebelum tanggal 25.. di kalender tgl 24 itu adalah Maulid Nabi Muhammad SAW dan tgl 25 adalah hari Natal.. Momen yang pas diliburan para pekerja yang biasanya liburnya hanya sabtu dan minggu saja. Tujuan touring kali ini yaitu ke Pantai Sawarna di Cianjur Selatan.

Setelah fix waktu pelaksanaan touringnya, beberapa  dari kami yang bertindak sebagai pencetus kegiatan yaitu Pak Indra, Pak Kus serta Pak Her.. melakukan pendataan siapa-siapa saja yang akan ikut.. beberapa dari teman yang lain ada yang tidak bisa ikut karena sebagian ada yang sudah merencanakan rencana pribadinya diantaranya mudikk.. (liburan panjang akhir tahun katanya)..

Akhirnya singkat cerita.. Kamis pagi, sekitar 15 orang dengan 13 kuda besi sudah berkumpul di titik kumpul (tikum) yaitu di pom bensin Soreang dekat kantor *JB, pemilihan tikum tersebut karena strategis yaitu sudah sejalur dengan tujuan melalui jalur ciwidey.. sekira pukul 6.30 kami sudah lengkap.. Saya sendiri tidak bawa kendaraan tetapi boncengan dengan pak Indra dan satu teman yang lain boncengan dengan Pak Hedi.. sebelum perjalanan panjang dimulai,, kami memeriksa semua amunisi masing-masing.. terutama persediaan bahan bakar,, sebagian diisi di pom tempat tikum ini agar perjalanan tenang.. ini merupakan hal utama yang harus disiapkan rider saat akan touring.. jangan lupa ya sob kalo mau touring perhatikan yang satu ini.. ada teman kami yang membawa “kompan” untuk persediaan di perjalanan, karena sesuai info yang didapat,, perjalanan akan memakan waktu sekira 5 jam melalui pegunungan dan tidak akan menemui pom bensin “p*rt*m*n*” kembali kecuali pedagang bensin eceran yang ada di beberapa titik sepanjang perjalanan.

Setelah semuanya siap, kami mulai memacu kuda besi,, saya sih ga memacu hehe hanya menjadi penumpang,, tapi karena saya yang dibonceng akhirnya saya jadi “tatib” yang membawa “sign” berupa tongkat berwarna orange yang berada di depan sebagai leader perjalanan.. tapi karena Pak Indra kurang hafal perjalanan, yang didepan ada Mas Adi.. dan kita di posisi kedua.. yang lainnya mengikuti dari belakang, begitu seterusnya berjajar sehingga perjalanan aman..

Speedo kendaraan Pak Indra ada pada Km 0 sejak kami berangkat dari kawasan Buah Batu Bandung, sejurus kemudian setelah melewati jalur Soreang – Ciwidey,, sampailah kami di alun-alun Ciwidey sekitar pukul 07.00.. Mas Adi menghentikan motornya diikuti Pak Indra dan yang lainnya karena instruksi dari Pak Her takut ada yang belum sarapan, kita berhenti sejenak dulu di Ciwidey.. Inilah #stop pertama kami.. :-D

#Stop Pertama Alun-Alun Ciwidey

Setelah sarapan dan minum beberapa cangkir kopi dan sebagainya, kami melanjutkan perjalanan menyusuri kawasan wisata Ciwidey, Cimanggu, Rancaupas, Pemandian kolam air panas Walini dan beberapa spot wisata favorit dan terkenal di Jawa Barat.. Sampailah kami di puncak jalur Ciwidey., hamparan kebun teh luas nan hijau, menyegarkan pandangan kami dan menemani perjalanan kami sekira 5 km… jalanan dikawasan kebun teh cukup mendatar namun berkelok-kelok seolah kami berada dalam labirin kebun teh yang menghampar bagai karpet hijau nan sejuk.. tak lengkap rasanya jika tak berfoto sejenak..

Pak Hedi on the road

Pak Fajar on the road

Pak Daniel dan diikuti yang lain on the road


Di tengah perjalanan di area kebun teh..kami mendapati kabar dari bagian belakang bahwa 2 motor tertinggal dari rombongan, selidik demi selidik kemudian kami menepi sejenak, pak Her kemudian memutar balikkan motornya dan menyusul kembali ke belakang mengecek kondisi yang tertinggal, setelah 10 menit berselang, pak Her kembali bersamaan dengan 2 motor yang tertinggal tadi, yaitu pak Kus dan pak Heri,, ternyata ada masalah pada kendaraan Pak Heri oli motor nya bocor, tapi Alhamdulillah tadi masih di kawasan wisata Ciwidey ada kios tambal ban yang buka dan membantu kendala tadi.. Pantas saja saya melirik ke belakang sambil foto-foto kok merasa ada yang hilang.. hihihi tapi Alhamdulillah sudah clear.. Sembari menunggu mas Adi mengecek amunisi bahan bakar motornya yang agak boros dan membuka persediaan bahan bakar yang tadi dibeli di Soreang.. Ini artinya #stop kami yang kedua..

Hamparan kebun teh Ciwidey

Pengisian bahan bakar Pak Adi

Setelah semuanya siap kami melanjutkan perjalanan, sembari menikmati pesona kebun teh saya tetap memegang camdi untuk mengambil gambar selama perjalanan.. tongkat sign sudah saya simpan rapat karena jalanan tidak terlalu ramai.. Oh iya bagi sobat yang akan melakukan perjalanan ke Jayanti lewat jalur ini mohon untuk di cek & ricek terlebih dahulu pada kondisi kendaraan, pakaian yang dipakai, serta persediaan makanan dan air minum karena cuaca dari mulai naik ke Ciwidey sampai lewat Ciwidey kemudian turun ke perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur sangat dingin.. Cek kondisi rem pada kendaraan karena jalanan dari Ciwidey ke Cianur Selatan mulai menurun dan berkelok.. Gunakan double Sweater dan celana agar gak kedinginan.. Namun udaranya dijamin segar dan menyegarkan.. hehe

Ini nih beberapa jalanan yang mulai menurun dari kawasan Ciwidey menuju perbatasan Kab. Cianjur Selatan tepatnya di kawasan Naringgul.

Turunan Naringgul

Perbatasan Kab. Bandung - Kab. Cianjur Selatan (Naringgul)



Kemudian kami memasuki kawasan Hutan yang menurun dan berkelok, konon ini dinamai tanjakan dan kelokan 1000.. berkelok dan ada tikungan yang 360 derajat, disini sobat harus berhati-hati dan gunakan teknik riding yang handal .. hehe Tapi jangan khawatir soal kualitas jalan nya, jalur Ciwidey - Cianjur Selatan ini sangat bagus , sudah di hotmix, meskipun ada sebagian jalan setelah melewati Naringgul yang aspalnya sedikit terkelupas dan berupa kerikil.. Namun sebagian besar sudah sangat bagus.

Turunan Naringgul

Setelah melewati kawasan hutan sekitar 1km, akhirnya kami keluar dari daerah hutan dan mendapati kawasan lembah antara 2 dataran tinggi.. dataran tinggi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur Selatan, sangat menakjubkan.. angle darimanapun kita memandang, akan terasa seperti kita berada pada lokasi syuting film “Madagascar” atau “The Lord of The Rings”, sobat akan takjub melihat situasi jalanan di antara 2 lembah ini, entah apa nama tempatnya lupa,, yang jelas di utara dan selatan kita akan melihat puluhan celah-celah tebing yang mengalirkan air terjun yang turun bebas entah dari sungai apa ia berasal.. Subhanallah semakin perjalanan ini saya nikmati semakin terasa kecil saya ini dihadapanNya..  



Air terjun view dari lembah 

Diakhir jalur lembah ini kita akan kembali “naik” memasuki dataran baru Cianjur Selatan, km sudah menuunjukkan angka 70 km saat saya melaju dan mendapati sebuah air terjun yang bersingggungan dengan jalan yang kami lewati, inilah yang disebut Curug Ceret (dalam bahasa Sunda Ceret artinya Kecipratan).. Jadi jika kita melewati Air terjun ini, kita akan terciprat air nya…wah seruu.. tak perlu lama-lama membayangkan ya Sob akhirnya kita berhenti sejenak disini untuk sekedar “Foto” karena Pak Her sudah berhenti duluan di depan dan bersiap dengan kamera besarnya..(Inilah #Stop kami yang ketiga)  Tapi sayang airnya gak “seceret” namanya saat itu, mungkin sedang kecil debit airnya atau gimana

Dari kiri : Pak Her, Pak Kus

#Stop ketiga


Curug Ceret

Sejurus kemudian kami selesai berfoto ala-ala rider haha.. Kemudian kami melanjutkan perjalanan.. Setelah melewati kawasan Curug-Curug yang berjejer dari lembah sampai Curug Ceret tadi.. dan terus naik sampai sekitar 10km, kemudian sobat akan mendapati jalanan disini yang mengecil jadi satu lajur kendaraan roda empat.. harus agak hati-hati nih Sob.. beberapa ratus meter satu lajur, sekian kilometer jalur besar, beberapa ratus meter satu lajur kembali, sekian kilometer jalur besar kembali .. begitu seterusnya sampai sekira 4 kali kami menemukan jalur seperti itu…

Jalanan mengecil

Di km 90 sudah mulai Nampak Pohon kelapa berjejer di sepanjang jalan yang kami lewati,, wah sudah tanda-tanda nihh mendekati lautan… eh ternyata benar.. dari perjalanan yang mulai “menurun” lagi sudah mulai Nampak dari kejauhan ada hamparan daratan yang berwarna biru.. ya itu pantai di kawasan ini (lupa namanya) akan Nampak laut pesisir Cianjur Selatan dari kejauhan… sejurus kemudian kami sampai di pertigaan Cidaun yang menjadi titik persimpangan pertemuan jalur antara Bandung – Cidaun – Jayanti dan Cianjur – Baranangsiang – Cidaun – Jayanti… Jangan khawatir Sob di persimpangan ini ramai kok sudah banyak rumah penduduk dan beberapa minimarket… Kami berhenti sejenak di salah satu minimarket untuk sekedar membenarkan posisi duduk di motor alias melepas kepegalan dan membeli beberapa botol air mineral.. Petunjuk arah sudah terlihat, sekitar 4km an lagi kami akan sampai di wisata Pantai Jayanti.. persimpangan inilah yang menjadi #Stop kami yang keempat..

Banyak pohon kelapa... nampak sudah dekat

Persimpangan Cidaun

Selesai meleleson sebentar, kami lanjutkan perjalanan dengan sedikit melambat sekitar 50km/jam kami lajukan kuda besi sembari menikmati udara panasnya pesisir pantai yang “jarang” kami dapati di Bandung hehehe.. 4km sudah kami lewati akhirnya kami sampai di persimpangan menuju pintu masuk kawasan wisata Jayanti,.. tercantum di papan petunjuk arah sekira 250 meter.. Jika Sobat datang dari arah Garut-Rancabuaya maka akan muncul dari arah berlawanan dari kedatangan kami…

Petunjuk sampai di Jayanti

Kemudian kami memasuki gerbang masuk .. Harga karcis nya gak mahal kok, untuk motor dihitung Rp.3000,-/motor dan orang dihitung Rp. 2000,-

Pintu Masuk Jayanti

Speedometer Pak Indra menunjukkan km 101 km, sudah sejauh itu kami melaju dan memacu kuda besi kami.. Alhamdulillah telah sampai di tujuan dengan Selamat.. Cuaca sudah mulai sangat membuat badan kami berkeringat, maklum kostum gunung masih menempel di tubuh kami.. :-D

Penampakkan lautnya Nampak jelas di depan kami… 

Laut Jayanti

Bagi sobat yang akan bermalam di Pantai Jayanti, jangan khawatir, banyak penginapan yang tersedia di tempat ini dengan harga yang terjangkau.. mulai dari Rp.100.000,- sampai Rp.300.000,- permalam nya.. Setelah survey oleh mas Adi dan mas Daniel, kami singgah di salah satu penginapan untuk sekedar menjadi titik point kumpul kendaraan dan barang-barang kami..dan tentunya rebahan sejenak ..zzzzZZ

Penginapan ( namun tak menginap :-D )

Pukul 11.00 WIB kami tiba di tempat tujuan ini, dari pukul 07.00 tadi berarti sudah 5 jam perjalanan kami habiskan untuk sampai di tempat ini.. ya perkiraan kalo dengan cepat kita memacu kendaraan maka sobat akan sampai dalam waktu minimal 4 jam.. tapi karena #stop kami yang tak diduga, yaa bisa lebih dari itu.. hehehe

Tak terasa perut sudah mulai keroncongan, kami singgah di salah satu tempat makan.. Biarkan untuk hal pesan-memesan ada Pak Indra, Pak Her dan Pak Kus yang ahlinya.. maklum.. biaya juga ahlinya ada di beliau-beliau :-D.. Banyak kok berjejer warung-warung seperti di pantai lain pada umumnya yang menjajakan aneka makanan dan kopi..

Tempat makan

Kios kios makanan yang tersedia dan berjejer

Sambil menunggu saya dan beberapa mengecek kondisi pantai apa bisa berenang atau tidak untuk acara selanjutnya setelah makan-makan… dan jreng jreng jreng

Dilarang Berenang

Ternyata di pantai Jayanti tidak dibolehkan untuk berenang karena berbahaya, kondisi ombak yang besar membuat wisata air di pantai ini tidak ada.. yaaah kurang seru jadinya.. tapi tak apa foto-foto di sekitar pantai dan karangnya juga masih bisa kok… Amaan..

Alhasil jadi foto-foto saja..

Bule sky on the sea.. Subhanallaah

Pengunjung lainn

Berikut foto perpisahan dengan pantai Jayanti

Kami tampak depan

Kami tampak samping

Shooter and shooted...

Setelah puas menikmati pantai.. sekira pukul 15.00 kami mulai beranjak untuk bergegas pulang menuju Bandung.. karena PP hari ini sudah diperhitungkan waktu pulangnya agar sampai di Bandung tidak terlalu malam.. Jalur nya yang menanjak dan sepi menjadi pertimbangan.. kami putuskan untuk kembali ke Bandung menggunakan jalur sama yang tadi yaitu Cidaun-Naringgul-Ciwidey-Bandung karena itu adalah jalur tercepat yang berjarak sekitar 100 km menuju Bandung.. sebenarnya ada jalur lain bila sobat ingin coba yaitu melalui Cisewu-Pangalengan-Bandung dan Jayanti-Rancabuaya-Garut-Bandung, namun keduanya lebih memutar dan perlu waktu yang lama..

Tak apa, ini tantangan bagi kami untuk kembali melewati jalur yang tadi dan dirasa akan lebih “menanjak” menuju Bandung..

Yang perlu sobat antisipasi saat perjalanan pulang yaitu tanjakan V nya, kelokan yang menanjaknya, dan setelah sampai di Ciwidey pada sore menjelang malam akan didapati kabut yang tebal.. jadi lebih berhati-hatilah dalam berkendara dan tetap perhatikan safety riding itu yang utama..

Tanjakan curam

Kabut Ciwidey

Oh iya, pukul 20.00 saya baru tiba kembali di Buah Batu Bandung di rumah Pak Indra, artinya 5 jam kembali kami tempuh dalam waktu perjalanan pulang ini, speedometer menunjukkan km 210.. Perjalanan pulang pun tak kalah alot nya dari perjalanan pergi tadi, beberapa kali kami berhenti sejenak, ada sekitar 5 #stop

#Stop yang pertama yaitu di tanjakan 1000 karena ada beberapa teman kami yang terjatuh ( :-D )

Lokasi jatuhnya ....

#Stop yang kedua yaitu di sebuah warung kopi di Kecamatan Naringgul, kami berhenti sejenak untuk menghilangkan rasa kantuk akibat makan ikan tadi dan menambah sedikit asupan makanan dengan cemilan serta melaksanakan Sholat Ashar di mushola dekat warung.

#Stop yang ketiga yaitu di kawasan Ciwidey, tepatnya di masjid sebelah pemandian air panas Cimanggu untuk melaksanakan Sholat Maghrib

#Stop yang keempat yaitu di Alun-Alun CIwidey, karena cuaca sangat dingin, hari sudah mulai malam, perut keroncongan kembali, Pak Her pun menghentikan kendaraannya dan menepi di kios-kios penjual makanan ..(red: Nasi Goreng, dll).. Alhamdulillah nikmatnyaa

#Stop yang kelima di per3an Soreang yang mengarah ke Kopo dan Banjaran, disini kami ber 13 motor saling mengecek kondisi dan meng-absen satu persatu takut-takut ada yang tertinggal dan tak tahu jalan, selanjutnya kami terbagi dua kelompok menuju tujuan masing-masing, ada yang ke arah Bandung via Kopo da nada yang via Banjaran…

Dalam kegiatan touring ini, sobat harus selalu saling membantu dan bekerjasama dengan rider atau kawan yang lain dan tetap saling memperhatikan satu sama lain takut takut ada yang ketinggalan, ada yang bermasalah kendaraannya dan lain sebagainya…

Akhirnya catatan perjalanan ini saya akhiri.. semoga menjadi referensi bagi yang memerlukan.. dan jangan lupa recommend ke yang lainnya yaa atau bila ada komentar monggoo ditunggu..

Asep
Being a good person is more important